Hadapi Rekan Kantor yang Cemburu


KOMPAS.com - Kesuksesan Anda menaiki tangga karier di perusahaan membuat Anda bertambah teman, sekaligus musuh. Para musuh yang akan Anda temui di berbagai lini ini akan senantiasa membuat Anda jatuh atau mengecilkan usaha Anda. Para musuh Anda, atau lebih lunaknya, disebut rekan kantor yang cemburu, bisa menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Anda, entah itu mensabotase pertemanan Anda hingga jebakan-jebakan lain.

Ciri-ciri rekan yang cemburu pada Anda mudah diidentifikasi, ia akan mencoba mengalahkan apa pun yang Anda lakukan. Untuk yang tak mau terlalu kelihatan, para rekan yang cemburu pada Anda bisa menggunjingkan Anda di belakang, apalagi jika Anda melakukan kesalahan. Ada 2 cara untuk menyikapi rekan yang cemburuan, yakni mengakhiri kecemburuan mereka dan melawan usaha mereka.

Mengakhiri Kecemburuan Mereka
Nah, di tahap ini, Anda perlu memikirkan, apakah mungkin kecemburuan mereka ini akibat dari Anda sendiri? Apakah Anda telah melakukan sesuatu yang membuat mereka cemburu? Apakah Anda menganggap kecil usaha mereka atau apakah Anda pernah menyombongkan diri atas kesuksesan Anda?


Jika memang Anda pernah melakukan hal-hal semacam ini tapi Anda menganggapnya angin lalu, mungkin Anda patut minta maaf sebelum keadaan tambah parah. Siapa tahu Anda justru bisa jadi akrab dengannya. Bicarakan dan hadapi seperti seorang yang berhati besar. Jika memang mereka merasa malu dan kesal tidak bisa sesukses Anda, mungkin sesekali jika mereka bertanya, Anda bisa memberikan tips-tips kecil untuk mereka tanpa terdengar sombong.

Demi kesuksesan karier, reputasi, dan kewarasan, amat penting untuk menghindar dari pertikaian atau salah paham di lingkungan kerja. Bersikaplah tulus, karena jika tidak, mereka bisa melihatnya, justru bisa tambah parah. Jika tanpa sengaja Anda pernah menyombongkan diri, coba cari jalan tengah dan bicara dengan rekan yang cemburu tersebut, tunjukkan perubahan dari hati.

Jika saat ini posisi ini sudah di atas rekan-rekan Anda yang cemburu tersebut, jadilah tipe pemimpin yang mementingkan kepentingan semua, khususnya para staf. Rebut hati mereka, tapi dengan cara yang benar dan sehat, jangan jadi seperti mereka yang menghalalkan segala cara. Mereka yang dibantu dan merasa didengarkan oleh Anda akan mendukung Anda. Dengan makin banyak orang yang sependapat dan mendukung Anda, mudah-mudahan memudarkan rasa cemburu rekan-rekan itu.


Atasi sejak dini
Jika Anda merasa bahwa ada salah seorang yang mulai bertingkah cemburu, cobalah tebarkan kebaikan tentang dia sebelum cemburunya makin menjadi-jadi. Bisa dengan memujinya di ruang rapat, atau sambil makan dengan rekan lain (temannya dia juga), ungkapkan dengan penuh rasa kekaguman yang tulus jika ia memang benar-benar telah melakukan kerja yang bagus. Kuncinya, sebelum rasa cemburu berlebihan mereka mulai berlebihan, sebisa mungkin padamkan bara di hatinya.

Begitu pula jika ada rekan yang mendapatkan promosi, usahakan Anda juga merasa senang akan kesuksesan rekan kerja Anda yang lain. Perasaan dan sikap ini akan ditangkap oleh rekan lainnya. Jika Anda pernah menampakkan perasaan cemburu atau negatif terhadap orang lain, bukan tak mungkin Anda akan mendapatkan perlakuan serupa. Benih yang Anda tabur, itulah yang Anda tuai.

Hadapi
Jika Anda tak mampu memupuskan kecemburuan rekan kerja tadi, Anda tak memiliki pilihan lain selain berreaksi terhadap keadaan tersebut, untuk menyelamatkan reputasi Anda di kantor.

Jika terdapat fitnah yang beredar di kantor Anda, maka sebaiknya Anda bereaksi dan membuktikan kebenaran Anda. Jangan membuat kampanye fitnah baru, karena ini hanya akan memperkuat fitnah yang menimpa Anda. Teruskan dengan berkata positif tentang orang lain, jangan tergiur untuk menjelekkan orang lain, tersenyumlah dan selalu ceria (tapi jangan berlebihan), kerja keras, dan jauhkan diri dari kelompok orang yang senang bergunjing, berikut adalah taktik yang bisa Anda lakukan:

- Cari teman di lini atas. Salah satu yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi fitnah atau gosip tak mengenakkan tentang Anda adalah dengan memiliki teman yang mengerti keadaan. Semakin tinggi jabatan mereka, semakin baik. Tak jarang, hal ini bisa membantu mengurangi niat jelek orang lain. Upayakan agar teman Anda yang posisinya lebih tinggi ini mengerti masalah dan selalu mendapatkan perkembangan masalah Anda. Namun jangan terlihat sombong karena punya teman di posisi tinggi.

- Selalu hadirkan bukti atau saksi. Ketika kecemburuan dan permasalahan sudah menjadi-jadi darinya, namun tetap saja Anda ada urusan pekerjaan dengannya, usahakan untuk menghadirkan saksi atau bukti yang menguatkan Anda bahwa kerjaan atau pembicaraan Anda terjadi tanpa masalah dari Anda. Tetaplah jadi pribadi yang profesional. Jika orang itu bermain jahat, jangan berlaku hal sama, karena ia bisa menyimpan bukti yang memberatkan Anda. Misalnya, jika ia mengirimkan email jahat, jangan membalasnya, usahakan tak ada yang memiliki bukti perkataan Anda yang tak baik dalam bentuk cetakan. Jika Anda memang sudah terpojok dan merasa harus meluruskan masalah, lakukan dengan berhadapan langsung. Jika Anda punya bukti bahwa orang itu punya niat jahat, ini akan makin membersihkan nama baik Anda.

- Beri ruang ia untuk mundur. Tahan keinginan untuk membuat mereka malu di depan semua orang, atau membuat mereka merasa kecil. Anda sedang berusaha membuat seisi kantor jadi teman dan mengurangi musuh, jadi berikan ruang untuk mereka mundur perlahan. Jika musuh Anda itu tiba-tiba melakukan gerakan yang baik, terimalah, namun jangan terlalu terbuka, tetap waspada. Ia mungkin mencoba untuk minta maaf dan berhenti membenci. Jangan melewatkan kesempatan ini, terimalah kesempatan ini dengan anggun.

Menghadapi rekan kerja yang cemburu bisa jadi merupakan situasi yang menyulitkan yang pastinya tak ada yang ingin hadapi. Buat usaha untuk menjadi team player untuk mengurangi perasaan cemburu rekan kerja sebisa mungkin, sebelum terjadi sesuatu. Tak ada yang menang ketika terjadi pertengkaran di antara rekan kerja. Semoga berhasil!

Link Exchange

Photobucket

Link Partner

Geovisite

  © Blogger template Ade S by dunia-blogger.blogspot.com 2008

Back to TOP