Agar Sauna Lebih Bermanfaat


Saat lelah beraktivitas, melakukan sauna sungguh ibarat sebuah "obat dahaga". Nah, agar manfaatnya efektif, perhatikan cara bersauna yang benar.

Untuk melakukan sauna, pastikan kondisi kita dalam keadaan sehat. Penderita hipertensi sebaiknya berhati-hati saat bersauna, karena peredaran darah ke otak yang tidak lancar dapat menyebabkan pingsan.

Sebelum bersauna, lakukan persiapan dari awal hingga akhir.

1. Waktu paling baik untuk bersauna adalah pagi hari, saat kondisi tubuh dalam keadaan normal. Meski kapan pun sebetulnya boleh-bolehsaa melakukan sauna. Tidak ada literatur yang mengatakan saat tepat melakukan sauna agar efektif.

2. Ruang sauna hendaknya tidak penuh orang, karena tidak baik untuk perputaran udara di dalamnya.

3. Lakukan pemanasan sebelum bersauna seperti tarik nafas, relaksasi dasar seperti stretching, dan sebagainya. Tidak perlu terlalu lama, mungkin sekitar 5 menit, tergantung kebutuhan. Jadi, perlu ada warming up seperti orang hendak berolahraga.

4. Gunakan baju seminim mungkin atau tak berbusana, sehingga panasnya akan terkena pada seluruh tubuh.

5. Bersikap relaks saat bersauna. Bisa juga sambil melakukan scrub atau lulur.

6. Sauna sebaiknya dilakukan maksimal sekitar 1 jam, tidak boleh terlalu lama. Ini karena jantung yang bekerja terus memompa darah. Indikasi seseorang harus berhenti bersauna adalah rasa pusing dan capai.

Tentunya kemampuan setiap orang berbeda. Ada yang baru 15 menit sudah merasa capai, tapi ada juga yang 45 menit masih kuat. Namun, hindarkan berlama-lama di tempat sauna. Sebab tubuh berisiko kekurangan cairan (dehidrasi), selain dapat menyebabkan pingsan. Jadi, perawatan sauna harus tepat sesuai kondisi masing-masing.

7. Setelah sauna, sebaiknya beristirahat sebentar, jangan langsung mandi. Soalnya, pembuluh darah yang sedang melebar, begitu terkena air dingin secara tiba-tiba akan langsung menyempit. Adaptasi dengan jantung pun jadi tidak baik.Seperti halnya proses awal ketika akan sauna, mengakhirinya pun harus dilakukan secara perlahan. Tubuh bisa diibaratkan sebuah mobil. Jika direm mendadak, bisa terjadi kecelakaan. Begitu pula sistem dalam tubuh, tak bisa mendadak, perlu ada tahapan.


Kompas

Link Exchange

Photobucket

Link Partner

Geovisite

  © Blogger template Ade S by dunia-blogger.blogspot.com 2008

Back to TOP