How to be A Smart Shopper


Jika kini Anda sudah berkeluarga, tentu Anda harus mengubah kebiasaan berbelanja Anda dengan saat masih lajang. Saat belum menikah, Anda bebas membelanjakan uang untuk apa saja. Namun sekarang, Anda harus segera belajar berbagi dengan suami dan anak-anak, dan harus lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Bila Anda akan membeli apa saja yang Anda inginkan, dan bukannya yang Anda butuhkan, bayangkan apa yang terjadi jika tiba-tiba ada kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi.

“Kita berada di suatu era menghabiskan uang tanpa batas, namun keluarga perlu menentukan apa yang mereka miliki. Sebab Anda tidak bisa mengontrol keuangan Anda jika tidak memiliki kendali tentang berapa banyak yang Anda miliki," ujar Lois Smith, seorang pengajar ekonomi keluarga dan konsumen di University of Illinois Extension. "Begitu Anda menentukan tujuan pribadi atau keluarga, dan bagaimana menyesuaikan budget untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Anda boleh mulai berbelanja."

Untuk mengetahui apa yang Anda miliki, ikuti panduan pertanyaan berikut ini.
Apakah benda yang ingin dibeli ini memenuhi kebutuhan keluarga saya?
Jika Anda tahu kemana uang Anda harus dibelanjakan, pilihannya menjadi jauh lebih mudah. "Ketika Anda telah menetapkan ke arah mana keluarga Anda bergerak, Anda dapat menimbang pentingnya setiap pembelanjaan," papar Smith. Jadi jika tujuan Anda adalah melunasi hutang atau membeli mobil baru, membeli sepatu idaman (meskipun sudah didiskon) akan mengurangi jatah pembayaran hutang Anda.

Apakah barang yang ingin dibeli merupakan kebutuhan atau keinginan?
Barang yang dibutuhkan lebih mudah dijelaskan: sesuatu yang membuat Anda bertahan hidup (seperti makanan, tempat tinggal, atau biaya sekolah anak). Ketika ekonomi sedang membaik, tak seorang pun merencanakan bagaimana harus membelanjakan uang karena uang melimpah ruah. "Kebanyakan dari kita bahkan tidak mempertimbangkan apakah kita ingin atau butuh barang tersebut," jelas Smith. Karena itu, tentukan prioritas. Jika benda tersebut penting untuk keluarga, perlakukan seperti sebuah tujuan, dan rencanakan pembelian tersebut dengan menyisihkan sedikit uang dari gaji.
Apakah saya akan membeli barang ini jika saya membayar secara tunai?
Biasanya kita akan membeli barang menggunakan kartu kredit tanpa berpikir lagi, karena praktis dan cepat. Namun Anda akan menyisihkan cukup banyak uang dalam jangka panjang jika Anda menabung dan membeli secara tunai. Begitu Anda berbelanja dengan kartu kredit, Anda menggunakan gaji Anda setiap bulan berikutnya untuk membayar hutang tersebut. Jangan lupa, akan ada interest yang harus Anda bayar karena Anda membayar TV flat screen Anda secara mencicil.

Apakah saya harus selalu membeli sesuatu yang masih baru?
Ambil contoh yang sederhana saja. Anda terbiasa membeli DVD sampai 10 judul karena berharap bisa menontonnya secara maraton saat weekend nanti. Ternyata, saat weekend Anda harus berkunjung ke rumah mertua, ada undangan pernikahan, atau Anda ingin ke mal bertemu teman-teman. DVD pun menumpuk terus sampai ada film-film baru, dan Anda membeli lagi 10 DVD untuk mengejar ketinggalan. Bagaimana kalau Anda meminjam saja dari teman, atau menyewa dari rental DVD? Menurut Lois Smith, inilah strategi terbaik jika Anda hanya akan menggunakan suatu barang sekali saja, atau untuk waktu yang pendek.

Apakah saya harus berbelanja di supermarket atau department store?
Jika tukang sayur lewat di depan rumah Anda setiap hari, untuk apa berbelanja di supermarket atau hypermarket? Harganya akan menjadi berkali-kali lipat. Atau, Anda ingin mengganti sol sepatu Anda yang mulai habis terkikis aspal, panggil aja tukang sol sepatu. Ongkosnya jauh lebih murah daripada jika Anda membawa sepatu Anda di tempat reparasi sepatu berlisensi yang ada di mal. Untuk barang-barang lain, Anda juga bisa shopping di tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya tawar-menawar harga.

Apakah ini barang yang sudah direncanakan, atau Anda mendadak ingin membelinya? Impulse buying biasanya diakibatkan taktik sales yang membuat Anda berpikir bahwa Anda akan kehilangan benda terbaik di dunia ini jika tidak membelinya. Belanja yang direncanakan harus menjadi tujuan Anda sekarang. Jika Anda mendapat tekanan untuk berbelanja (seperti saat ada great sale), segeralah beranjak dari tempat dimana benda tersebut dipajang. Anda juga bisa menerapkan trik ini: cobalah pakaian yang Anda incar tersebut, lalu serahkan pada sang pramuniaga seolah Anda siap membayarnya di kasir. Setelah itu, silakan langsung keluar dari ruangan tersebut. Tahu tidak, kepuasan yang Anda dapatkan bukan pada barang yang berhasil Anda beli, namun pada kemampuan Anda untuk tidak membeli barang tersebut.


Link Exchange

Photobucket

Link Partner

Geovisite

  © Blogger template Ade S by dunia-blogger.blogspot.com 2008

Back to TOP